Ma'ruf Harap Posisi RI di BoP dan Misi Perdamaian Lebanon Dievaluasi

2 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden RI 2019-2024 Ma'ruf Amin menilai Indonesia harus mempertimbangkan evaluasi sikap terkait Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Pertimbangan tersebut disampaikan Ma'ruf usai menyoroti tiga prajurit TNI yang tewas oleh serangan Israel saat menjalani misi perdamaian di Lebanon.  Ma'ruf menyampaikan sudah saatnya pemerintah untuk mengevaluasi posisi RI yang menempatkan pasukan di misi perdamaian dan juga di BoP.

"Saya kira sudah saatnya kita, pertama ya tentang misi perdamaian kita itu dievaluasi karena sudah ada kejadian. Apakah situasi kita di sana itu aman apa tidak? Jangan mengorbankan anak-anak kita untuk misi yang kemudian tidak jelas," ujar Ma'ruf usai acara CNN Indonesia Forum Ekonomi Syariah di Gedung Transmedia, Jakarta, Kamis (9/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya memang bagus bahwa itu akan dijamin, tetapi ketika sudah terjadi ini harus dilihat. Di samping kita melakukan protes-protes karena mereka menjadi korban, juga penempatan di sana harus dievaluasi. Apakah layak dalam situasi seperti tidak terkendali seperti itu?" tambahnya.

Selain itu, Ma'ruf juga menyinggung tujuan RI bergabung dalam BOP adalah untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Namun, jika sudah tidak ada peluang untuk membuat Palestina merdeka, maka sebaiknya harus dievaluasi untuk tetap bergabung dengan BOP atau tidak.

"Padahal kan mestinya badan ini, badan yang membawa perdamaian dan kemudian bisa melahirkan Palestina merdeka, kalau itu masih ada harapan. Tetapi kalau sudah tidak ada harapan saya kira memang harus dievaluasi apakah harus terus di BOP atau tidak," kata Ma'ruf.

"Kalau memang tidak ada harapan kita bisa dengan cara lain memperjuangkan misalnya," tutupnya.

Sebelumnya, tiga prajurit TNI yang bertugas di UNIFIL gugur. Mereka gugur akibat serangan berbeda di Lebanon, mereka ialah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Selain gugur, terdapat sejumlah pasukan TNI yang mengalami luka-luka.

Dalam pernyataannya, UNIFIL menyampaikan Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).

Sementara itu, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui pada Senin (30/3).

(fln/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |