Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menegaskan, Polda Metro Jaya menangani kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, dengan cara yang akuntabel dan transparan.
Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, menyampaikan bahwa pihaknya ikut mengawasi proses penyelidikan kasus tersebut yang sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira yang paling penting dalam proses penyampaian Polda Metro Jaya kemarin dan saya juga terlibat di sana, adalah proses (penyelidikan) itu selama ini secara akuntabel," ujar Anam di Jakarta, Kamis (19/3), melansir Antara.
Menurut Anam, akuntabilitas Polda Metro Jaya terlihat dari keterbukaan mereka dalam menunjukkan setiap proses penanganan kasus kepada publik.
Mulai dari tahap penyelidikan, hasil yang diperoleh, hingga bukti konkret seperti rekaman CCTV dan inisial nama pelaku yang dipublikasikan.
"Nah, bentuk konkretnya apa? Ya CCTV bahkan sampai inisial nama. Ini merupakan langkah positif yang sangat baik terhadap bagaimana proses penegakan hukum itu berlangsung," ujarnya.
Semua basis itu, menurut Anam, merupakan basis yang bisa dicek oleh semua pihak. Baik itu CCTV, jumlah titiknya, bahkan apa yang terjadi dalam insiden itu, semua bisa dicek oleh publik.
"Ini langkah positif dari Polda Metro Jaya yang perlu kita dukung untuk pengungkapan kasus ini," kata Anam.
Polda Metro Jaya sebelumnya mengungkap dua inisial terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, yaitu BHC dan MAK.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3).
Iman juga mengatakan, dari hasil penyelidikan tidak menutup kemungkinan pelaku diduga berjumlah lebih dari empat orang, berdasarkan keterangan 15 saksi yang sudah diperiksa.
Selain itu, Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto mengonfirmasi penahanan empat anggota TNI yang diduga terlibat dalam kasus ini.
Keempat anggota tersebut bertugas di Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI berinisial NDP, SL, BWH, dan ES.
(rti)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
4
















































