Gubernur NTT Akui Anak SD Bunuh Diri di Ngada Kegagalan Pemda

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menilai ada kegagalan sistem yang ada di tingkat provinsi, Kabupaten Ngada hingga ke tingkat bawah, sehingga bocah kelas IV SD usia 10 tahun meninggal dunia dengan cara gantung diri karena orang tuanya tak mampu membeli buku dan pensil untuk sekolah.

"Sebagai gubernur NTT tentunya saya berduka cita mendalam dengan kejadian di Jerebuu adik kita mesti meninggal karena kegagalan sistem yang ada di pemerintah provinsi, Kabupaten Ngada sampai ke tingkat bawah, tentu dengan perangkat sistem yang lain," katanya mengutip Antara, Rabu (4/2).

Ia mengatakan, Pemda gagal untuk mendeteksi untuk membantu kesulitan yang dialami oleh bocah kelas IV SD tersebut. Menurut dia, kejadian ini merupakan tamparan keras bagi pemerintah Provinsi NTT yang selama ini sudah bekerja keras membangun NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apapun kisahnya, ini merupakan tamparan keras bagi kemanusiaan kita, tamparan keras bagi semua yang sudah kita kerjakan," ujar dia.

Menurut dia, apa yang sudah dikerjakan belum semuanya berhasil dan menambahkan pemerintah belum berhasil menjaga agar tidak ada nyawa yang meninggal sia-sia karena kondisi yang dialami oleh anak tersebut.

"Ini tentunya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua," tambah dia.

Ia menambahkan, pihaknya tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya pada 29 Januari 2026 lalu seorang anak berusia 10 tahun dan masih dibangku SD kelas IV meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon cengkeh. Bocah tersebut bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli buku dan pensil. Sebelum meninggal dunia, korban sempat menuliskan surat untuk ibunya.

(tim/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |