Air Kali Bekasi Menghitam Seperti Oli Bekas, Diduga Tercemar

3 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Video yang memperlihatkan air Kali Bekasi berwarna hitam menyerupai oli bekas viral di media sosial. Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyelidiki dugaan pencemaran.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi telah mengambil sampel air dan melakukan serangkaian pemantauan untuk mengetahui penyebab perubahan warna air tersebut.

Selain pengambilan sampel, Pasukan Katak DLH Kota Bekasi juga menyusuri aliran sungai untuk memetakan sebaran dugaan pencemaran di sepanjang aliran sungai yang melintasi wilayah Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil pemantauan yang dipublikasikan Pemkot Bekasi melalui situs resminya pada Rabu (5/8), kondisi air di titik pemantauan yang berada di samping Cluster Richmond, Kota Wisata, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, tampak berwarna hitam dan mengeluarkan bau menyengat.

Kondisi tersebut dinilai mengindikasikan penurunan kualitas air yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih mengatakan hasil uji laboratorium menunjukkan sejumlah parameter kualitas air telah melampaui baku mutu lingkungan. Parameter yang melebihi ambang batas itu meliputi Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), Nikel Terlarut, Seng Terlarut, Tembaga Terlarut, serta Fecal Coliform.

"Temuan tersebut mengindikasikan adanya pencemaran yang berpotensi menurunkan kualitas air di sepanjang aliran sungai," katanya.

Hasil pemantauan lanjutan menunjukkan aliran air yang diduga tercemar telah bergerak hingga memasuki kawasan Pangkalan 6, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, lalu mengalir ke Delta Pekayon, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Kondisi tersebut menunjukkan dampak pencemaran telah melintasi batas wilayah administrasi sehingga membutuhkan penanganan bersama lintas instansi.

DLH Kota Bekasi pun telah menyurati Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, DLH Provinsi Jawa Barat, dan DLH Kabupaten Bogor untuk mempercepat koordinasi penanganan kasus tersebut.

"Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, titik awal yang diduga menjadi sumber pencemaran berada di wilayah administratif Kabupaten Bogor," katanya.

Karena dugaan sumber pencemaran berada di wilayah Kabupaten Bogor, DLH Kota Bekasi berharap pemerintah daerah setempat dapat segera melakukan tindak lanjut sesuai kewenangannya. Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan dilakukan secara menyeluruh dan dampak pencemaran tidak semakin meluas ke wilayah hilir.

DLH Kota Bekasi menyatakan akan terus memantau kualitas air secara berkala, memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, serta menyampaikan perkembangan penanganan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.

[Gambas:Youtube]

Baca selengkapnya di sini.

(tim/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |