Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Kantor Basarnas Tarakan Syahril memastikan pilot pesawat jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA milik Pelita Air Service khusus untuk pengangkutan BBM penerbangan rute Long Bawan-Tarakan tewas usai jatuh di wilayah perbukitan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara.
"Pukul 14.33 Wita, Pilot ditemukan meninggal dunia dan dievakuasi dari lokasi pesawat crash," kata Syahril saat konferensi pers, Kamis (19/2).
Syahril mengatakan awalnya pada pukul 12.25 Wita, saksi mata di apron melihat pesawat turun miring ke arah belakang bukit ujung landasan 22.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai mendapat laporan, Danpos Angkatan Udara (AU) dan Danramil beserta warga bergerak ke lokasi dan ditemukan lokasi pesawat jatuh pada pukul 13.25 Wita.
"Pada pukul 15.20 Wita, jenazah Pilot dibawa ke RS Pratama Long Bawan," kata Syahril.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Umum Dirjen Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari mengatakan berdasarkan data awal, penyebab kejadian kecelakaan pesawat yang mengangkut 1 (satu) orang crew yaitu pilot saat ini masih dalam penyelidikan.
"Informasi terakhir yang kami peroleh pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia," kata Endah lewat keterangan tertulis.
Endah menambahkan dari sisi kelaikudaraan, pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026.
"Total pemeriksaan jam terbang pesawat mencapai 3.303 jam," katanya.
Corporate Secretary PT Pelita Air Service, Patria Rhamadonna mengatakan kecelakaan salah satu armada charter Pelita Air tengah diinvestigasi.
Penerbangan tersebut merupakan layanan kargo pengangkut bahan bakar yang diawaki oleh satu orang pilot, tanpa awak kabin maupun penumpang, dengan jenis pesawat yang digunakan yaitu Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA.
"Pesawat tersebut merupakan armada khusus yang melayani misi pengantaran BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan. Pada saat pemantauan terakhir, pesawat baru saja menyelesaikan misi distribusi ke Long Bawan dan sedang dalam rute kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan," kata Patria lewat keterangan tertulis.
Sebelumnya, pesawat Pelita Air ini jatuh sesaat setelah lepas landas usai membongkar muatan BBM di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan. Diketahui, cuaca di langit Krayan saat kejadian hingga saat ini dilaporkan dalam kondisi berawan dan gelap.
Saksi mata di bandara, Aboy, menceritakan detik-detik menegangkan saat pesawat mulai kehilangan kendali.
"Pesawat itu terbang dan mau belok ke sebelah kiri. Yang saya lihat, salah satu bagian dari pesawat ada yang terlepas, kemudian disusul dengan pesawat yang oleng," tutur Aboy.
(tim/dal)

1 hour ago
2
















































