TNI Kerahkan Hercules dan KRI Bantu Warga Terdampak Gempa NTT

3 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Mabes TNI mengerahkan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yakni pesawat Hercules dan Kapal Perang (KRI) untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa dengan kekuatan utama Magnitudo 7,7 mengguncang sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8) dini hari WIB.

Atas gempa yang terjadi, BMKG sempat merilis peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah terutama NTT dan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peringatan dini tsunami itu telah dinyatakan berakhir, namun BMKG melaporkan terjadi kenaikan ombak yang menerpa sejumlah wilayah pesisir.

Sementara itu, di wilayah NTT, TNI langsung bergerak dengan mengerahkan personel dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, serta Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/WM, Lanal Maumere untuk membantu evakuasi dan penanganan masyarakat terdampak.

"Selain pengerahan personel di wilayah, TNI juga menyiapkan kekuatan dan sarana pendukung untuk mempercepat distribusi bantuan serta mobilisasi personel dan logistik," dikutip dari siaran pers Puspen TNI, Sabtu siang ini.

Dalam siaran pers tersebut, Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyampaikan TNI turut mengerahkan alutsista untuk mendukung penanganan bencana tersebut.

"TNI mengerahkan Hercules dan KRI untuk membantu penanganan bencana serta mendukung kebutuhan masyarakat terdampak," ujar Nas.

Dia memastikan TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, BPBD, Basarnas, Polri, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu.

"Personel TNI juga tetap disiagakan untuk memberikan bantuan lanjutan sesuai perkembangan kondisi di wilayah terdampak," katanya.

Sementara itu per Sabtu siang per pukul 12.30 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap telah terdata 14 korban meninggal dunia terkait peristiwa gempa NTT itu.

Selain itu, dua orang luka berat, dan 11 lainnya luka ringan. Namun demikian, data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan.

"Korban meninggal dunia sementara tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak tiga orang, Kabupaten Manggarai enam orang dan Kabupaten Manggarai Timur lima orang. Sementara korban luka dilaporkan di Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan dalam keterangannya, Sabtu siang.

Ia menegaskan data-data korban yang disampaikan itu masih bersifat sementara dan bisa berubah seiring proses verifikasi dan validasi oleh BPBD dan pihak terkait. Berton menyebut, setiap perkembangan data akan disampaikan berdasarkan hasil pendataan resmi di lapangan.

Selain korban jiwa, sekitar 2.000 warga mengungsi atau evakuasi mandiri menyusul guncangan kuat dan peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa utama.

(kid)

placeholder

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |