Jakarta, CNN Indonesia --
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin Upacara Pemberangkatan Satgas Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (21/5)
Kontingen Satgas TNI Konga UNIFIL berjumlah 744 personel. Ratusan personel itu terdiri dari 571 personel TNI AD, 79 personel TNI AL, 63 personel TNI AU, serta 31 personel Mabes TNI.
Dalam amanatnya, Agus mengatakan keikutsertaan TNI dalam misi perdamaian dunia merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap profesionalisme prajurit Indonesia. Oleh karena itu, dia meminta agar seluruh prajurit penjaga nama baik Indonesia dan Pasukan Garuda selama bertugas di daerah misi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mematuhi standar operasional prosedur (SOP), meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi, serta menjaga moral dan kesehatan selama penugasan," kata Agus dikutip dari keterangan tertulis Dinas Penerangan TNI AU, Jumat (22/5).
Pengiriman kembali lebih dari 700 prajurit TNI untuk bergabung UNIFIL di Lebanon itu merupakan rotasi yang bertujuan untuk menggantikan pasukan Indonesia di UNIFIL saat ini.
Lebanon--khususnya wilayah selatan--saat ini sedang menjadi titik panas konflik timur tengah karena perang antara milisi Hizbullahdi negara itu dan Israel.
Perang itu bahkan memakan korban jiwa prajurit UNIFIL--termasuk dari Indonesia--karena serangan Israel yang ditargetkan ke Lebanon bagian selatan tersebut.
Sebelumnya, ada empat tentara Indonesia menjadi korban tewas di tengah kecamuk perang Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Korban terakhir adalah Kopral Rico Pramudia yang tewas dalam perawatan karena luka berat yang dialaminya pada 24 April lalu. Ia mengalami luka parah setelah ledakan proyektil menghantam pos UNIFIL di Adchit Al Qusayr, Lebanon.
Dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS (BRICS Foreign Ministers' Meeting/BRICS FMM) di New Delhi, India, pada Kamis (14/5), Menlu RI Sugiono menegaskan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) adalah hal yang tidak bisa ditawar.
"Di Lebanon, empat penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah UNIFIL telah gugur dalam tugas, sementara beberapa lainnya terluka," kata Sugiono dalam pidatonya.
Sugiono menegaskan Indonesia menghormati pengorbanan para prajurit yang gugur, berdiri bersama keluarga mereka, dan menuntut pertanggungjawaban penuh.
"Keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian PBB adalah hal yang tidak bisa ditawar," ungkap Sugiono kala itu.
(tim/kid)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
13

















































