PDIP Wanti-wanti Jangan Sampai Tumpang Tindih URI dan Lemhannas

7 hours ago 19

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mewanti-wanti potensi tumpang tindih fungsi Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dengan Universitas Republik Indonesia (URI) yang baru dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.

Hasto menyoroti tujuan pendirian URI yang disebut sebagai lembaga untuk menciptakan para calon pemimpin nasional.

"Dalam konteks meningkatkan leadership Indonesia, Bung Karno sudah mendirikan Lemhannas sebenarnya. Supaya tidak tumpang tindih," kata Hasto di sekolah PDIP, Jakarta, Selasa (28/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak awal, ujar Hasto, Lemhannas didirikan untuk memberikan pendidikan terhadap para calon pemimpin nasional, baik terhadap sipil maupun militer. Menurut dia, pemerintah mestinya mempertimbangkan aspek itu sebelum mendirikan URI.

"Nah, PDI Perjuangan berpendapat bahwa hal-hal tersebut yang seharusnya dikedepankan terlebih dahulu," katanya.

Menurut Hasto, pendirian URI mestinya didahului dengan kajian mendalam. Pendirian perguruan tinggi, harus memiliki diferensiasi antara satu dengan yang lain.

Sebab, kini banyak universitas justru tak memiliki perbedaan antara satu dengan yang lain. Padahal, banyak perguruan tinggi yang sejak awal didirikan dengan tujuan berbeda.

Misalnya, Universitas Cenderawasih dan Pattimura di Papua dan Maluku yang dimaksudkan untuk menciptakan para ahli maritim. Atau IPB untuk menciptakan para ahli pangan.

"Ini yang kemudian diferensiasi dalam universitas berdasarkan perencanaan koridor strategis ini yang harus disusun terlebih dahulu sebelum mendirikan lembaga-lembaga baru," katanya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menjelaskan URI merupakan lembaga yang disiapkan untuk mencetak calon-calon pemimpin bangsa dengan mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan yang diterapkan di sejumlah negara.

Menurut dia, sejumlah negara telah lebih dulu mengadopsi lembaga serupa yang bertugas mempersiapkan calon-calon pemimpin untuk mengisi jabatan strategis di pemerintahan.

"Itu sudah kita persiapkan lama. Cuma, waktunya kan enggak pas lama. Nanti ada waktunya aku jelasin, detailnya. Jadi, belajar kayak beberapa negara itu punya lembaga-lembaga pendidikan yang emang khusus itu mempersiapkan calon-calon pemimpin," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Namun, wacana pendirian URI menuai kritik karena tak dibahas bersama DPR. Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian mengaku tak tahu soal kampus tersebut.

Lalu mengatakan Komisi X selaku mitra pemerintah di bidang pendidikan belum pernah membahas pembentukan URI. Dia karenanya tak tahu fungsi, dasar hukum, maupun anggaran lembaga tersebut.

Padahal, kata dia, pemerintah mestinya bisa memberikan penjelasan soal perbedaan atau nilai tambah URI dibanding banyak kampus atau sekolah kedinasan lain di Indonesia.

"Komisi X DPR RI hingga kini belum pernah membahas pembentukan URI, baik dalam rapat maupun agenda resmi. Kami belum menerima penjelasan formal mengenai dasar hukum, tugas, fungsi, maupun anggarannya," kata Lalu saat dihubungi, Kamis (24/7).

(thr/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |