Sleman, CNN Indonesia --
Durasi atau jam operasional harian Gerbang Tol (GT) Purwomartani di Sleman, DI Yogyakarta (DIY), kembali diperpanjang pada periode arus balik lebaran 2026 ini.
GT Purwomartani pada Jalan Tol Yogyakarta-Solo ruas Prambanan-Purwomartani dibuka secara fungsional sejak 16 Maret hingga 29 Maret.
Jam operasional harian ruas dan GT ini sebelumnya telah diperpanjang dari mulanya pukul 06.00-18.00 WIB menjadi 06.00-20.00 WIB per 22 Maret. Durasi operasional GT Purwomartani ditambah demi mengurai kepadatan arus lalu lintas ke arah Klaten atau Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, kebijakan terbaru dari kepolisian membuat durasi operasional per hari ini, Selasa (24/3) kembali diperpanjang menjadi pukul 06.00-22.00 WIB per harinya.
"Mulai hari ini kita tingkatkan, perpanjang penggunaannya, dari jam 06.00 pagi sampai dengan 22.00," kata Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono di Pos Teteg, Kota Yogyakarta, DIY, Selasa.
"Karena ini akan membantu mengeluarkan kendaraan yang masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta," sambungnya.
Anggoro menjelaskan, dari empat pintu keluar provinsi DIY, GT Purwomartani menjadi salah satu yang paling diminati oleh pengendara atau pemudik. Terhitung, 67 ribu kendaraan melalui gerbang tol tersebut per hari ini.
"Mulai hari ini kita coba kerjasama dengan Jasa Marga, bahwa sarana prasarana sedang dilengkapi seperti lampu penerangan ini memudahkan kita untuk bisa mengantisipasi jalur-jalur yang selama ini menimbulkan kemacetan," imbuh Anggoro.
Adapun jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah DIY per hari ini tercatat mencapai 2,2 juta unit. Sedangkan kendaraan keluar secara kumulatif sebanyak 1,2 juta unit.
Mengacu data dari Back Office Smart Province DIY, arus lalu lintas di GT Purwomartani pada hari ini telah menyentuh angka lebih dari 1.000 kendaraan per jam sejak pukul 08.00-09.00 WIB.
Jumlah kendaraan secara stabil meningkat dan sejauh ini paling banyak pada periode pukul 13.00-14.00 WIB, yakni 1.899 kendaraan per jam. Secara kumulatif, sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, tercatat 16.527 kendaraan melewati GT Purwomartani.
Nyasar sawah karena maps
Sementara itu, keberadaan GT yang dibuka fungsional pada arus mudik dan balik lebaran 2026 ini mengundang 'kegelian'. Pasalnya, para pemudik yang ingin menuju GT tersebut malah nyasar menyusuri area jalan sawah Karang Kalasan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman sejak Selasa siang.
Berdasarkan pantauan mobil demi mobil terlihat menyusuri area jalan sawah, tepatnya di sebelah timur RSI PDHI. Jalur ini mengarah ke Jalan Cangkringan melewati kawasan pemukiman dan bawah konstruksi jalan menuju GT Purwomartani.
Dari jalan Cangkringan, pengendara masih butuh beberapa ratus meter lagi untuk sampai ke Jalan Solo sebelum mencapai akses masuk menuju GT Purwomartani.
Menjelang sore, deretan kendaraan yang melintasi jalur sawah ini kian banyak. Warga setempat pun harus menyirami halaman depan rumahnya karena berdebu akibat dilintasi banyak mobil.
Satrio, warga Jakarta mengaku diarahkan aplikasi Maps hingga akhirnya bisa sampai ke area persawahan itu.
"Ini mau balik ke Jakarta, lewat sini pakai karena ngikut maps dan enggak ada petugas juga yang ngarahin tadi," kata Satrio saat diwawancara saat masih duduk di dalam mobilnya.
Pun demikian pengakuan pemudik lain asal Jakarta, Damar. Dia mengaku Pemudik asal Jakarta ini juga heran ketika jalan aspal habis dan berubah jadi jalanan tanah. Dia cuma mengikuti petunjuk Google Maps.
"Diarahin Maps, jadi kok tiba-tiba ke sawah, sempat ragu, tapi mau putar balik sudah enggak bisa lagi. Tujuannya memang tol, ini dari Jakarta, mudik ke Jogja mau balik ke Jakarta lagi," tuturnya.
Ratusan pengendara kendaraan roda empat tersasar hingga blusukan ke area persawahan karena mengikuti aplkasi navigasi digital Google Maps untuk menuju ke Gerbang Tol (GT) Purwomartani di Sleman, DIY, Selasa (24/3). (CNN Indonesia/Tunggul)
Adapun Haryono, warga Sleman yang hendak mudik ke Surabaya, Jawa Timur mengaku diarahkan lewat area persawahan karena situasi Jalan Solo--akses masuk ke GT Purwomartani dari Jalan Nasional-- yang sudah merah alias macet.
Dia masuk ke area sawah setelah mengaktifkan Maps dari Tajem, Maguwoharjo, Depok. Lalu diarahkan melewati samping Candi Sambisari, Purwomartani, Kalasan.
"Jalan sawah ya seadanya, jalan sawah, coy. Masih tanah, belum rata semua," katanya.
Salah satu warga sekitar, Ehsan Abdurrohman, menyebut ituasi mobil-mobil masuk area sawah dan pemukiman ini sudah berlangsung sejak Minggu (22/3) kemarin. Khusus hari ini saja, kata warga Karang Kalasan itu, terhitung sudah ratusan kendaraan yang lewat depan rumahnya.
Ehsan bersama beberapa warga lain membantu mengarahkan para pengendara agar bisa menuju ke Jalan Cangkringan yang menurutnya berjarak 100-200 meter dengan tol Yogyakarta-Solo segmen Prambanan-Purwomartani.
"Puadat sekali, kalau neggak diarahin seperti ini kasihan bisa tersasar semua. Ini agak berkurang, kemarin Minggu paling parah. Kemarin (Senin) sampai ribuan, hari ini sampai sore baru ratusan," ujarnya.
Ehsan bersama warga lainnya mengaku sukarela membantu para pengendara ini dan tidak memungut biaya sepeser pun.
"Kemarin sampai malam bahkan yang lewat jalan sawah, sampai jam tujuh-an [malam]," imbuhnya.
(kum/kid)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
5

















































