Gempa M7 NTT Berpotensi Tsunami, Warga Evakuasi ke Gunung

7 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa dengan magnitudo 7 yang terjadi Sabtu (15/8) pagi membuat warga panik dan lari ke daerah yang lebih tinggi.

Menurut Kristo isa Mia, warga Kota Maumere, Sikka, goncangan terasa sangat kuat, sehingga membuat dia dan keluarga panik.

"Kami panik semua, kami langsung lari keluar rumah untuk menyelematkan diri karena goncangan terlalu kuat dan lumayan lama," kata Kristo dihubungi CNNIndonesia.com Sabtu pagi (15/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan sudah mengungsi ke rumah kerabat yang jauh dari pantai menyusul dikeluarkannya peringatan tsunami dari BMKG.

"Kita takut sekali, kita sudah mengungsi, saya bawa keluarga ke rumah saudara jauh dari pantai, takut ada tsunami," ujarnya.

Dia mengisahkan tadi suasana sangat hiruk pikuk saat terjadi gempa. Karena semua warga panik, dan lari keluar rumah untuk menyelematkan diri.

Warga sangat kuatir terjadinya tsunami sehingga langsung melarikan diri ke daerah yang lebih aman di ketinggian.

"Saya mengungsi ke rumah keluarga di Habi, jauh dari pantai," kata Kristo.

Sementara itu warga lainnya yakni Veronika juga mengungkap hal yang sama.

"Kami panik tadi, apalagi orang tua saya juga lumpuh jadi saya berusaha mendorong keluar rumah," kata Veronika.

Dia juga mengatakan saat terjadi gempa warga berlarian di jalan raya karena panik. Apalagi setelah peringatan tsunami.

"Tadi di sini warga bunyikan tiang listrik untuk alarm" ujar Veronika.

Warga Selayar berlarian ke gunung

Warga di Kecamatan Pasimarannu dan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), juga langsung mengevakuasi diri ke bukit.

Bupati Kepulauan Selayar, Muhammad Natsir Ali mengatakan warga di dua kecamatan tersebut termasuk yang cepat melakukan evakuasi.

Menurutnya, pengalaman gempa M 7,4 di NTT pada Desember 2021 yang turut berdampak ke Selayar membuat warga lebih sigap menghadapi gempa dan peringatan tsunami.

"Saya sudah langsung Video Call dengan pemerintah kecamatan, masyarakat yang ada di Pasimarannu, Pasilambena, memang kan sempat ada kejadian di tahun 2021 kalau tidak salah itu, yang mengakibatkan trauma masyarakat," ujar Natsir seperti dikutip dari Detik.

"Memang alhamdulillah kesadaran masyarakat menghadapi gempa di Pasimarannu, Pasilambena, alhamdulillah cepat, mereka langsung lari ke bukit," tambahnya.

Natsir memastikan belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Meski demikian, warga sempat panik karena mengingat kejadian gempa pada 2021.

"Panik masyarakat, pasti, karena sama kejadian yang (gempa pada 2021) kemarin tapi alhamdulillah (dampaknya) tidak seperti yang kemarin, kemarin kan rusak parah rumahnya masyarakat, tanggul jalanan rusak," jelas Natsir.

"Tapi alhamdulillah sampai saat ini tidak ada. Sempat saya tanya tdak ada rusak rumah sekolah apa, kami masih waspada," tutupnya.

(ely/anm/dmi)

placeholder

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |