Gempa M 7,7 NTT, 2 Orang Meninggal Dunia

6 hours ago 17

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut dua orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkomben) BNPB, Berton S.P. Panjaitan mengatakan data korban dan dampak gempa masih terus diperbarui.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tetap terus memperbaharui data-data yang masuk kepada kami, namun bisa kami sampaikan ada informasi yang terbaru, yang baru kami dapatkan adalah bahwa ada dua yang meninggal," kata Berton dalam konferensi pers peringatan dini tsunami dampak gempa bumi M 7,7 di NTT, Sabtu (15/8).

Ia mengatakan BNPB masih memantau kondisi di lapangan untuk memastikan jumlah korban dan kerusakan bangunan akibat gempa.

"Ini pun masih terus kami pantau, sehingga nanti kami mengeluarkan secara resmi berapa yang meninggal dan berapa kerusakan-kerusakan bangunan akibat itu," ujarnya.

Berdasarkan laporan pendahuluan Kodim Sikka, gempa berdampak di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Dua orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka.

Dua korban meninggal terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. Data tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh tim di lapangan.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi tsunami di sejumlah wilayah setelah gempa M 7,7 tersebut.

Ketinggian tsunami tertinggi tercatat di Maurole, Kabupaten Ende, yakni 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.

Tsunami juga terdeteksi di Sikka dengan ketinggian 0,19 meter, Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, Flores Timur 0,25 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, Dompu 0,17 meter, Bakalang-Alor 0,14 meter, Baubau 0,30 meter, Bulukumba 0,54 meter, dan Kolaka 0,23 meter.

Gempa M 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8) pukul 04.58.24 WIB. Berdasarkan pemutakhiran informasi, pusat gempa berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Guncangan gempa dirasakan kuat di sejumlah wilayah NTT hingga Sulawesi Selatan. BNPB melalui Pusdalops dan BPBD di daerah terdampak terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan kondisi masyarakat dan dampak gempa.

Pantauan CNNIndonesia di Labuan Bajo menunjukkan sejumlah bangunan dan fasilitas publik mengalami kerusakan akibat gempa.

Sejumlah fasilitas umum seperti gereja, rumah sakit, dan sekolah di dalam kota juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Meski peringatan dini tsunami telah berakhir, masyarakat diminta tetap mengikuti informasi dan arahan resmi BMKG serta pemerintah daerah terkait kondisi pascagempa.

(anm/dna)

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |