Tangerang, CNN Indonesia --
Ratusan rumah di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, terendam banjir lebih dari satu meter pada Minggu (5/4).
Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari dampak banjir yang terus meningkat.
Banjir setinggi 60 hingga lebih dari 130 sentimeter ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (4/4) sore hingga malam. Akibatnya, ratusan rumah di tiga rukun warga (RW) terendam dan aktivitas masyarakat terganggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minimnya perahu karet yang disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang membuat sebagian warga harus menerobos banjir untuk beraktivitas atau menyelamatkan diri.
Selain itu, ratusan jiwa memilih mengungsi ke sejumlah lokasi yang dianggap lebih aman, seperti rumah pemotongan hewan, masjid, hingga rumah kerabat.
Namun, sebagian warga lainnya tetap bertahan di lantai dua rumah mereka sambil menjaga harta benda.
Salah satu warga, Suprapto, mengatakan banjir mulai terjadi sejak Sabtu sore dan terus meningkat hingga Minggu dini hari. Ia menyebut, selain curah hujan tinggi, banjir juga dipicu oleh kiriman air dari Bogor yang menyebabkan Kali Angke meluap.
"Banjir sejak kemarin sore mulai naik, arusnya cukup kuat. Awalnya sekitar 60 sentimeter, sekarang sudah lebih dari 130 sentimeter dan terus naik. Ini juga akibat kiriman dari Bogor karena luapan sungai. Perahunya cuma satu dan sedang dipakai, jadi saya terpaksa menerobos banjir karena tidak bisa menunggu lama," ujarnya.
Banjir ini tercatat sebagai yang ketiga kalinya terjadi sepanjang tahun 2026 di wilayah tersebut.
Warga pun berharap Pemerintah Kota Tangerang dan Pemerintah Provinsi Banten dapat lebih sigap dan serius dalam menangani persoalan banjir yang kerap berulang.
(dod/isn)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
7

















































