Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas kontribusinya dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk penguatan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat.
Hal itu disampaikan Gus Ipul saat menghadiri upacara dan syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Nagara Janottama, Satlat Brimob Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7).
Peringatan bertajuk "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat" ini dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selamat hari Bhayangkara ke-80 untuk Pak Kapolri dan semua jajarannya, kami ingin berterima kasih atas dedikasi teman-teman dari kepolisian, salah satunya banyak membantu kami di lapangan bersama TNI dalam rangka penguatan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul dalam keterangannya.
Rangkaian upacara diawali dengan parade pasukan dari tujuh resimen yang memasuki lapangan sambil meneriakkan yel-yel. Berbagai satuan kepolisian dari daerah juga menampilkan yel-yel sebagai bagian dari perlombaan untuk memperkuat kekompakan dan kreativitas personel.
Pada acara tersebut juga diputar video yang mengangkat kisah seorang siswa Sekolah Rakyat, M. Fikri Ibrahim, anak berusia enam tahun yang kini menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Sumedang.
Kisah Fikri menyentuh hati banyak orang, kehidupannya tidak sama seperti anak-anak lainnya. Saat anak-anak lain asyik bermain, Fikri terpaksa harus mengais sampah, mencari botol-botol bekas yang bisa dijual kembali untuk menyambung hidupnya. Video Fikri saat mencari barang di jalanan bahkan sempat viral beberapa waktu lalu.
Semenjak masuk Sekolah Rakyat, hidup Fikri berubah, kini dia pakai seragam yang bersih, bukan lagi pakai baju lusuh dan kotor. Makan pun lebih teratur dan bergizi, ditambah lingkungan yang jauh lebih baik melalui pendampingan guru dan tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat.
Fikri merupakan satu dari banyak anak lainnya yang merasakan manfaat dari program Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto.
Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa masih banyak anak-anak dari keluarga miskin yang membutuhkan akses pendidikan, dan pendidikan bisa menjadi jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan masalah kemiskinan masih menjadi suatu tantangan yang besar ditengah-tengah masyarakat Indonesia.
"Rakyat kita masih menderita kemiskinan dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, dari penyedupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal," kata Presiden.
Dalam kesempatan ini, Prabowo menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan dalam penyimpangan-penyimpangan tersebut, tidak ada pandang bulu, hukum harus dihormati dan dihargai serta menjadi pelindung masyarakat.
"Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang, dan tidak boleh ada siapapun yang kebal terhadap hukum. Saya tekankan kembali, rakyat paling lemah harus mendapat perlindungan, masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani," tegasnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua Mahkamah Agung Sunarto, Pimpinan Tinggi Lembaga Negara, Jajaran Menteri Koordinator dan Menteri Kabinet Merah Putih, serta stakeholder terkait lainnya.
(inh)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
9
















































