Rekanan PTPN IV Rekonstruksi Rabat Beton di Kebun Padang Matinggi

5 hours ago 2

SIMALUNGUN - Kalangan publik mengapresiasi, sekaligus berterima kasih kepada pihak vendor setelah melakukan perbaikan proyek ruas jalan jenis "rabat beton" yang sebelumnya menjadi sorotan masyarakat.

Informasi disampaikan, B Panjaitan salah seorang aktivis sosial kontrol saat melintasi lokasinya, ruas jalan utama Afdeling 4, Nagori Riah Naposo, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Senin (09/03/2024), sekira pukul 09.00 WIB.

"Perbaikan proyek rabat beton itu lebih kurang seminggu yang lalu selesai diperbaiki, " kata B Panjaitan melalui sambungan percakapan selularnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan, kondisi infrastruktur rabat beton tersebut dinilai telah  memenuhi Kerangka Acuan Kerja serta spek teknis yang ditentukan di dalam kontraknya. Kemudian, disebutkan armada angkutan hasil produksi tidak lagi mengalami kendala.

"Hasil amatan di lokasi, tampak kesesuaian komposisi campuran materialnya dan terkait panjang serta ketebalan rabat beton itu telah sesuai, " ujar B Panjaitan.

Sementara, pihak Pemangku Jabatan Manajemen PTPN IV Regional II Unit Kebun Padang Matinggi belum dapat dihubungi untuk menanggapi perbaikan proyek peningkatan mutu dan kualitas infrastruktur ruas jalan produksi.

Sebelumnya diberitakan,
PT Palm Co PTPN 4 Regional II secara berkesinambungan melalui program keberlanjutan melaksanakan peningkatan mutu dan kualitas infrastruktur di lokasi perkebunan demi mendorong peningkatan hasil produksi.

Informasi diperoleh, pengerjaan konstruksi rabat beton lebih dari sebulan lalu di ruas jalan utama Afdeling 4, Nagori Riah Naposo, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Selasa (27/01/2026), sekira pukul 14.16 WIB.

"Kondisi ruas jalan menurun dan menikung merupakan ancaman terhadap armada pengangkutan hasil produksi tandan buah segar kelapa sawit. Struktur tanah liat membuat ruas jalan licin dan bila musim penghujan semakin parah kondisinya, " ujar B Panjaitan melalui pesan percakapan selularnya.

Menurutnya, kondisi rabat beton itu jauh dari ekspektasi yang diharapkan dan ini akibat kelalaian pihak manajemen Kebun Padang Matinggi melalui bidang tehnik, telah mengabaikan pengawasan terhadap proses pengerjaan konstruksi rabat beton itu.

"Permukaan rabat beton sepanjang 100 meter saat ini tidak berbentuk, kondisinya kupak kapik. Pihak rekanan merancang komposisi materialnya dengan skala 1 : 1 yakni, 1 pick up material pasir + batu kerikil dan 1 sak semen, " terang B Panjaitan.

Kemudian, pria yang aktif sebagai aktivitas kontrol sosial ini menegaskan, ruas jalan yang bermutu dan berkualitas sangat krusial. Anggaran ratusan juta rupiah diperuntukan sebagai jaminan kelancaran transportasi Tandan Buah Segar (TBS) menguap.

"Parahnya ! Tidak ada tindakan tegas yang dilakukan pihak manajemen Kebun Padang Matinggi terhadap pihak rekanannya (disebut Haji Budi; red), " tegas B Panjaitan.

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |