Prabowo Ungkap 6 Masalah yang Fokus Diselesaikan dalam 21 Bulan

2 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto mengungkap sejumlah fokus pemerintah dalam menyelesaikan masalah bangsa selama 21 bulan memimpin pemerintahan melalui Pidato Kenegaraan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Pidato ini merupakan bagian dari agenda Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI pada Jumat (14/8). Prabowo awalnya menyebut bahwa 81 tahun yang lalu, para pendiri bangsa mewariskan sebuah negara dan cita-cita.

"Indonesia yang berdaulat adil dan makmur. Indonesia yang kekayaannya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir orang saja," sebut Prabowo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bersamaan dengan itu, sebuah infografis ditayangkan. Infografis tersebut memuat enam poin fokus pemerintah dalam menyelesaikan masalah bangsa selama 21 bulan.

Fokus yang pertama adalah menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Lalu, fokus yang kedua adalah tercapainya swasembada pangan dalam 1 tahun. Pencapaian ini disebut lebih cepat dari target awal.

Ketiga, fokus pemerintah adalah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk. Dilaporkan dalam infografis ini bahwa harga pupuk telah turun 20 persen sementara laba PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen.

Sebelumnya, Prabowo juga menjelaskan dalam pidatonya bahwa pencapaian itu merupakan hasil kerja tim dan semangat gotong royong.

"Ini adalah akibat kerja tim yang membantu saya. Menteri Pertanian dengan seluruh jajarannya, para penyuluh pertanian, didukung oleh banyak kementerian lain, didukung oleh pemda, didukung oleh TNI dan polri," sebutnya.

Selanjutnya, dalam infografis, poin keempat menunjukkan bahwa Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan. Delapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Fokus kelima, swasembada energi juga mulai terwujud melalui diesel B50. Tertulis bahwa sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi impor solar. Hal ini berdampak pada hemat devisa sebesar Rp170 triliun per tahun.

Terakhir, tertulis pula bahwa program Makan Bergizi, Bansos Digital, dan hilirisasi telah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan masyarakat.

Prabowo menyebutkan dirinya menerima mandat dari rakyat untuk menyelesaikan masalah dan kesulitan, bukan untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan.

"Kami memilih mengambil keputusan yang sulit pada hari ini daripada mewariskan masalah yang lebih berat lagi dan lebih rumit lagi kepada generasi-generasi penerus kita," ujar Prabowo.

(mou/har)

placeholder

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |