Menkes Ungkap Pesan Prabowo Saat Didorong Jadi Calon Dirjen WHO

4 hours ago 12

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui dirinya didorong Presiden RI Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon direktur jenderal (dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Merujuk pada situs resmi WHO, dia menjadi satu dari empat bakal calon yang sudah terdaftar melamar atau dilamarkan jadi calon Dirjen WHO yang baru.

Budi pun membongkar amanat dari Prabowo saat mendorongnya menjadi calon bos organisasi kesehatan dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Budi, dirinya siap menerima tugas apapun dari Presiden dan menjalankan tugas tersebut sebaik mungkin.

"Itu kan amanah dari Bapak Presiden. Jadi pastilah saya akan kerja buat Bapak Presiden, apapun tugas dari Beliau akan kita jalankan dengan sebaik-baiknya," ujar Budi kepada wartawan usai rapat Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (27/8).

Dia menyampaikan, sebagai bangsa yang besar, Prabowo bilang Indonesia tak pernah memiliki wakilnya di organisasi besar dunia setara PBB. Oleh karena itu, Budi bilang, dengan melihat peluang, Prabowo ingin dirinya maju.

"Jadi begitu Beliau melihat ini ada opportunity, ya saya ditugaskan di sana," katanya.

Selain itu, Budi menyebut selama ini banyak negara menginginkan agar ada reformasi di organisasi-organisasi dunia, termasuk WHO.

Menurutnya, banyak negara-negara anggota itu melihat peluang Indonesia yang kini di bawah kepresidenan Prabowo Subianto.

"Dia [banyak negara anggota] melihat Indonesia, ya mungkin di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo, itu memiliki potensi itu," katanya.

Selain itu, Budi buka suara mengenai posisinya di dalam kabinet pemerintahan Prabowo seandainya terpilih memimpin WHO. Dia mengatakan pemilihan bos baru WHO itu baru akan digelar pada Mei tahun depan.

Saat ditanya wartawan, dia memastikan akan mundur dari kabinet seandainya terpilih jadi Dirjen WHO. Namun, kata dia, jalan menuju itu masih panjang.

"Ya [mundur dari kabinet], kalau terpilih [jadi Dirjen WHO], kan belum tentu terpilih karena [yang] milih kan 194 negara anggota di bulan Mei," katanya.

Hingga berita ini ditulis, CNNIndonesia.com belum mendapatkan pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan soal 'tugas' yang diberikan Prabowo kepada Budi tersebut.

Mengutip laman resmi WHO pada Selasa (25/8), BGS akan bersaing dengan tiga kandidat prospektif lain yang diajukan negara masing-masing.

Ketiga nama itu masing-masing Hanan Mohammed Al-Kuwari yang diusulkan Qatar, Hanan Balkhy usulan Arab Saudi, dan Hans Henri P Kluge yang diajukan Belgia.

Kluge saat ini dikenal juga sebagai Direktur Regional WHO untuk Eropa.

(tim/kid)

placeholder

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |