KSAD Ungkap Bantuan TNI AD untuk Korban Gempa NTT

5 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

TNI Angkatan Darat (TNI AD) menyiapkan dukungan tambahan untuk penanganan dampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama kebutuhan di lapangan seperti tangki air, alat kebersihan, hingga perangkat komunikasi Starlink.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, bantuan logistik dari berbagai unsur pemerintah dan TNI sudah dikirim ke wilayah terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

TNI AD kini memantau kebutuhan yang belum tercukupi agar bantuan tidak hanya berhenti pada pengiriman logistik.

"Semua [bantuan] sudah berjalan. Dari semua angkatan, kementerian sudah kirim logistik. Dari Angkatan Darat perlu ada komunikasi, kita kirim Starlink. Kadang-kadang orang lupa masalah hal kecil, cangkul, sekop, ya. Masalah toren air, itu yang penting. Makanya kami melihat mana yang lain sudah cukup, kami lihat dari sisi lain," ujarnya di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8).

Maruli mengatakan, personel TNI AD yang berada di wilayah terdampak untuk sementara dinilai masih mencukupi. Penambahan dukungan akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.

"Sementara ini yang dari sana sudah cukup, enggak ada masalah. Kita nanti lihat perkembangan," jelasnya.

Menurut Maruli, setelah logistik utama tiba, perhatian berikutnya diarahkan pada distribusi serta pemenuhan kebutuhan teknis warga dan tim di lapangan.

"Sekarang kan logistik sudah sampai semua, tinggal distribusinya. Dengan hal-hal yang mereka perlukan. Misalnya nanti toren air, bagaimana Starlink-nya nyala bisa komunikasi, bagaimana mungkin untuk pembersihannya, cangkul, sekop, alat ini, tangki air. Itu nanti kita siapkan di sana," tegas Maruli.

Gempa bumi yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) telah mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah wilayah.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 54 orang meninggal dunia dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan pertolongan di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kota Mbay dan wilayah Reo di Kabupaten Manggarai.

Di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dampak gempa juga memicu gelombang air laut yang merendam 16 rumah warga Desa Bonea, Kecamatan Pasimarannu.

Sebagian warga telah kembali ke rumah setelah kondisi dinilai kondusif, meski sebagian lainnya masih bertahan di tempat yang lebih tinggi.

(del/asr)

placeholder

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |