Ketum TP PKK Salurkan Bantuan Siswa-Guru Sekolah Rakyat Biak Numfor

8 hours ago 14

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menyalurkan berbagai bantuan kepada siswa dan guru Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (1/8).

Bantuan tersebut meliputi 45 paket sembako bagi guru Sekolah Rakyat, 88 tumbler untuk siswa sebagai media sosialisasi penggunaan produk ramah lingkungan, serta penyerahan secara simbolis KTP elektronik pemula kepada dua perwakilan siswa.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan Tri bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan jajaran pengurus TP PKK Pusat. Pemberian bantuan dalam dalam rangkaian acara groundbreaking (peletakan batu pertama) proyek sekolah rakyat di Kabupaten Biak Numfor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan itu, Tri mengajak para siswa Sekolah Rakyat untuk membiasakan penggunaan tumbler sebagai upaya mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan juga dilakukan dalam kegiatan ini.

Sementara itu Tito menyatakan program sekolah rakyat lahir dari kepedulian Presiden terhadap anak-anak yang belum memperoleh kesempatan pendidikan secara layak.

Menurutnya, Presiden memahami bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk hadir bagi anak-anak terlantar sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945.

"Saya tahu bahwa ini keinginan dari Bapak Presiden dan betul-betul ini ide mungkin dari Bapak Presiden yang setahu saya karena dua faktor utama. Beliau memahami betul keinginan para pendiri negara bangsa Indonesia," ujar Tito.

Tito mengaku mendapat penugasan langsung dari Presiden untuk mengoordinasikan pemerintah daerah dalam menyiapkan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

Salah satu langkah yang ditempuh ialah mengoptimalkan aset-aset pemerintah yang belum dimanfaatkan agar dapat difungsikan sebagai lokasi penyelenggaraan pendidikan.

Sekolah Rakyat nantinya akan dibangun dengan desain yang seragam di seluruh Indonesia serta dilengkapi asrama, ruang kelas, ruang guru, dan lapangan olahraga.

Program ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga pada desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh pendidikan yang layak.

"Diharapkan anak-anak yang bersekolah [di] Sekolah Rakyat ini yang diambil dari desil 1 dan desil 2, 20 persen rakyat yang miskin atau miskin ekstrem, tidak mampu, itu dipilih khusus untuk mereka agar mereka mendapat pendidikan yang baik, yang layak dan insyaallah, semoga Tuhan memberkati mereka kemudian ke depan mereka akan lebih maju, lebih baik daripada orang tuanya,"kata Tito.

(sur)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |