Kementerian PU Percepat Pemulihan SPAM dan Distribusi Air Pascagempa NTT

1 hour ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan infrastruktur pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan darurat ini berfokus pada pemeriksaan dan perbaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) serta jaringan distribusi.

Langkah ini diambil untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi warga selama masa tanggap darurat. Pemulihan sarana dasar menjadi prioritas utama pemerintah pascabencana yang terjadi pada Sabtu (15/8) lalu.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan pemulihan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan pascabencana. Ia menegaskan akses air bersih dan sanitasi bagi warga terdampak harus segera dipenuhi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian PU melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPBPK) NTT telah memeriksa sarana dan prasarana air minum di Kabupaten Nagekeo, Ende, dan Sikka. Pemeriksaan meliputi Instalasi Pengolahan Air (IPA), jaringan perpipaan, sarana distribusi air, serta tampungan air milik masyarakat.

“Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani. Karena itu, infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar, termasuk sarana air bersih dan sanitasi, harus segera kita cek dan tangani sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8).

Salah satu penanganan dilakukan pada jaringan perpipaan SPAM Inpres 2024 IKK Nangaba di Kabupaten Ende yang mengalami kerusakan akibat gempa. Kerusakan itu mengganggu distribusi air bersih ke masyarakat sekitar.

Bekerja sama dengan PDAM Kabupaten Ende, perbaikan jaringan dilaksanakan sejak 16 Agustus dan rampung pada malam 17 Agustus 2026. Aliran air bersih kembali tersalurkan hingga ke sambungan rumah warga setelah perbaikan selesai.

Kementerian PU turut melibatkan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk mendata kondisi sarana air minum di lapangan. Selain menginventarisasi kerusakan, tim TFL juga langsung menangani sarana yang mengalami gangguan.

Sebanyak 10 personel tambahan diberangkatkan dari Kupang untuk memperkuat pemeriksaan dan penanganan sarana air minum di Maumere, Ende, dan Nagekeo. Tim tersebut mengecek kondisi sarana sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dukungan lanjutan di masing-masing lokasi.

Di Kabupaten Nagekeo, Kementerian PU mengerahkan 3 unit Mobil Tangki Air (MTA) untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Dua unit MTA telah berada di lokasi, sedangkan satu unit lainnya merupakan MTA pinjam pakai yang sebelumnya digunakan untuk penanganan banjir Mauponggo.

Di samping itu, disiapkan 16 unit Hidran Umum (HU) yang terdiri dari 8 unit dukungan yang tersedia saat ini dan 8 unit HU pinjam pakai. Di Kupang, Kementerian PU juga menyiagakan 2 unit mobil tangki air dan 1 unit truk tinja.

Dody menegaskan penanganan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemeriksaan dan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Kita akan terus lakukan pengecekan dan inventarisasi di lapangan supaya penanganannya tepat sasaran. Kalau sumber air dan jaringan masih bisa difungsikan, kita optimalkan. Kalau belum, kita siapkan alternatif agar masyarakat tetap mendapatkan layanan air bersih selama masa tanggap darurat,” jelas dia.

Kementerian PU terus melakukan inventarisasi pos pengungsian guna memastikan kebutuhan air bersih dan sanitasi dapat dipenuhi secara cepat. Apabila diperlukan, mobilisasi prasarana dan sarana air minum akan dilakukan dari luar NTT, termasuk dari depo di Surabaya.

Pemenuhan air bersih akan terus dioptimalkan melalui SPAM atau PDAM apabila jaringan tersedia dan berfungsi. Apabila jaringan perpipaan mengalami gangguan atau belum tersedia, dukungan diberikan melalui mobil tangki, hidran umum, dan tampungan air sesuai kebutuhan di lapangan.

(rir)

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |