Febrie: Saya Tidak Paham Keterkaitan Jampidsus dan Kasus Blackout

5 hours ago 13

Jakarta, CNN Indonesia --

Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah menegaskan tidak tahu keterkaitan antara dirinya dengan proses hukum Polri di perkara dugaan korupsi batu bara yang memicu blackout. 

Pernyataan itu disampaikan Febrie menjawab pertanyaan wartawan soal penyidikan kasus dugaan korupsi batu bara pemicu blackout di sejumlah wilayah di Indonesia, yang belakangan santer dikaitkan dengan namanya. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang pertama blackout, saya juga tidak paham ada keterkaitan Jampidsus dengan blackout. Nanti kita tunggulah proses bagaimana rekan-rekan penyidik nanti menyampaikan apa masalahnya keterkaitan blackout tersebut, perkaranya perkara apa?," kata Febrie di Gedung Kejaksaan Agung, Jumat (10/7). 

Febrie mengaku sudah membaca perkara yang ditangani Polri tersebut. Menurut dia, perkara itu terkait dengan pengadaan batu bara ke PLTU.

Ia lantas mendorong agar masalah tersebut menjalani proses audit.

"Kalau itu masalahnya, menurut saya sebaiknya memang dilakukan audit terlebih dahulu secara keseluruhan, baik mengenai jumlah kebutuhan, kualitasnya yang masuk, transaksi pembeliannya, dan prosedur pengadaannya," kata dia.

"Sehingga kita tahu apakah ada perbuatan melawan hukum di sana," imbuh Febrie. 

Terakhir, Febrie mengajak semua pihak menunggu hasil penyidikan dari Kortas Tipikor dan Polda Metro Jaya. 

Nama Febrie belakangan memang santer dikaitkan dengan serangkaian proses hukum yang dilakukan Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya. 

Dalam beberapa hari terakhir, penyidik Kortas Tipikor dan Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan dan penyitaan barang bukti perkara dugaan korupsi. 

Sedikitnya ada tiga perkara korupsi yang sedang disidik, antara lain dugaan korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025.

Belasan tempat terdiri dari restoran, ruko, dan tempat tinggal digeledah secara maraton. 

Sedikitnya 12 lokasi di Jakarta hingga Bogor. Penyidik menyita berbagai barang bukti, mulai dari uang tunai dalam mata uang rupiah, dolar AS, dan dolar Singapura, hingga emas batangan.

Nilai barang bukti yang disita dari salah satu rumah di Sentul, Bogor, disebut mencapai sekitar Rp476 miliar.

(tfq/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |