Bandarlampung Semprot Jalan Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

5 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan protokol yang terselimuti abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak Sabtu (5/9).

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan penyemprotan dilakukan untuk membasahi debu vulkanik yang menempel di permukaan jalan yang dinilai mengganggu pengguna jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) sudah kami perintahkan untuk melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan protokol," kata Eva seperti diberitakan Antara pada Minggu (6/9).

"Diharapkan dengan penyemprotan ini dapat mengurangi debu vulkanik GAK yang beterbangan dan mengganggu masyarakat maupun pengguna jalan," katanya.

"Pendataan dilakukan guna mengetahui sebaran wilayah yang terkena dampak dan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya," kata dia.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung Antoni Irawan menyatakan pihaknya mengerahkan armada bersama BPBD untuk melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan.

"Atas arahan Ibu Wali Kota, kami bersama BPBD melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan protokol. Ini sebagai langkah penanggulangan untuk mengurangi efek debu vulkanik yang beterbangan dan mengganggu masyarakat," katanya

Sementara itu, pendataan oleh petugas di tingkat kecamatan terus dilakukan untuk menghimpun informasi mengenai wilayah yang terdampak.

"Pamong di kecamatan juga diarahkan untuk melakukan pendataan dan mengumpulkan informasi wilayah mana saja yang terkena dampak debu vulkanik. Data ini penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," kata Antoni.

Sementara itu, Badan Geologi Kementerian ESDM kembali mencatat letusan gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9). Letusan itu terjadi pada pukul 03.53 WIB.

"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 46 mm dan durasi 30 detik," demikian keterangan resmi Badan Geologi pada Minggu (6/9).

Lembaga itu merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga berdampak terhadap sedikitnya 33 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) hingga 5 September 2026 pukul 22.00 WIB.

(antara/end)

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |